Berbagi Informasi Dari Sang Fakir Ilmu, Let's Join ...

Minggu, 17 Juli 2011

PEGUNUNGAN DAN PROSES PEMBENTUKAN GUNUNG

Share this history on :
gunung adalah setiap bagian dari kerak (permukaan) bumi yang menjulang atau yang memiliki ketinggian lebih dari 600 meter diatas permukaan daerah sekitarnya.
Serupa tetapi memiliki topograpi yang lebih kecil disebut bukit dan dareah dataran yang luas tetapi hanya memiliki sedikit relief yang internal disebut plato. Akan tetapi banyak gunung terbentuk dalam kelompok yang disebut rangkaian pegunungan. Puncak-puncak tunggal dalam suatu rangkain pegunungan dihasilkan melalui proses yang sama dan pada waktu yang sama dengan puncak-puncak yang lain.
Beberapa rangkaian pegunungan yang tergabung dalam dalam kelompok yng lebih besar disebut system pegunungan, sebagai contoh system pegunungan Appalachia yang terdiri atas beberapa rangkaian pegunungan yang meliputi The Smoky, Blue Ridge, Catoctin, Taconic, Berkshire, dan Green Mountain.
A. Tipe-tipe pegunungan
Ada beberapa pegunungan di setiap benua dan di setiap cekunga samudera. Pegunungan dapat ditemukan di tepi beberapa benua ( andes ), dekat dengan tepi yang lain ( Appalachia ), dan dekat dengan pusat yang lain ( Uaral, Rockies, dan Himalaya ). Ada juga yang ditemukan seluruhnya berada di samudera ; dekat dengan pusat (Mid-Atlantic Ridge, kepulauan Hawai), atau dekat dengan pita margin ( Jepang atau Kepulauan Aluetia)
Sistem pegunungan adalah sangat kompleks, banyak usaha untuk menklasifikasikannya harus melalui perhitungan beberapa factor, hanya satu yaitu adalah lokasi relative ke batasan batasan lempengan. Lokasi geografis (benua vs samudera) dalah sebuah factor yang penting karena kita telah melihat beberpa bab sebelumnya tentang komposisi dari batuan dan proses aktif dalam benua dan cekungan benua adalah berbeda.
Faktor lain adalah sifat alami batuan yang menyusun pegunungan, sebagai contoh the mid Atlantic ridge yang hampir kseluruhannya tersusun oleh batuan basal. Beberpa perbedaan batuan penyusun mengindikasikan perbedaan prroses pembentukan pegunungan.
Pegunungan juga dibedakan dalam jumlah dan tipe deformaasi batuan pembentuknya.


Ada variable lain dalam klasifikasi pegunungan yang tidak termasuk dalam table ,yaitu waktu. Beberapa pegunungan seperti Andes, Himalaya, dan Midocean Ridges adalah masih muda. Gaya yang membentuk mereka masih aktif dan bahkan saat kita mempelajarinya. Pegunungan laian seperti Appalasia dan pegunungan ural adalah lebih tua.gaya pembentuknya sudah tidak aktif lagi dan mereka dikenai oleh erosi yang bersifat lambat.
B. Pegunungan Samudera
Para ahli geologi mempelajari pegunungan mulai dari benua, tetapi pengetahuan kita tentang proses pembentukan gunung mungkin lebih baik untuk pegunngan samudera karena pegunungan samudera dilindungi dari cuaca dan erosi. Sebagai hasilnya material kecil telah dipindahkan dari pegunungan samudera dan bentuk-bentuknya mencerminkan proses-proses pembentukannya. Interpretasi pembentukan adalah lebih mudah untuk pegunungan samudera dari pada pegunungan benua, diman erosi telah memindahkan sebagian besar bukti (petunjuk) geologi diman karakteristik bentuk kasar dari pegunungan Alpen dan Himalaya telah sampai pada bagian erosi gaya yang membangun pegunungan.
Perbedaan paling mendasar antara pegunungan benua dan pegunungan laut berada pada materialnya. Pegunungan benua pada intinya terbuat dari endapan-endapan (sedimen), sedangkan pegunungan laut terbuat dari batuan gunung berapi (volcanic). Pegunungan benua terbentuk oleh kekuatan tekanan, sedangkan pegunungan laut terbentuk oleh kekuatan perpanjangan. Akan tetapi pembeda yang umum pada kedua pegunungan tersebut adalah bahwa mereka memiliki akar-akar yang mendukung pegunungan ini. Pada kasus pegunungan benua, meteri ringan dan tidak padat dari gunung diperpanjang ke bawah bumi sebagai akar. Pada kasus pegunungan laut, juga terdapat meteri ringan yang mendukung gunung sebagai akar, akan tetapi untuk kasus gunung laut, materi ini tidaklah ringan karena komposisinya ringan, akan tetapi panas, oleh karena itu diperluas. Akan tetapi dari sudut pandang kerapatan, mereka memiliki tugas yang sama, yaitu untuk mendukung pegunungan. Oleh karenanya, fungsi akar-akar ini adalah untuk mendukung pegunungan menurut hukum Archimedes.
Ada tiga jenis pegununga samudera, setiapnya berhubungan dengan fitur fisiografi dasar laut seperti yangf dijelaskan pada bab 16. Ocean Ridges, busur pulau vulkanik yang dihubungkan dengan parit-parit dalam, dan tipe kepulauan Hawai dan gunung laut. Ketiga tiep tersebut penyusun utamanya adalah batuan vulkanik, tetapi kapanpun sebuah gunung api dibangun di atas level laut. Erosi dari gunung api menyediakan sediment yang disebut dengan vulkanolistik.
1. Ocean Ridges (Pematang/punggung Samudera)
Menyebut punggung samudera ini adalah mengacu pada keadaan bangunan kerajaan yang tinggi. Mereka membentuk system pegununganyang terpanjang dan terluas di dunia lebih dari 60.000 km panjangnya. Seperti yang dijelaskan pada bab 16 ocean ridges ditemukan disetiap cekungan samudera, pada pusat dari beberapa cekungan samudera.
Berdasarkan teori lempeng tektonik, penyebab dari pergerakan benua-benua dimulai oleh adanya arus konveksi (convection current) dari mantle (lapisan di bawah kulit bumi yang berupa lelehan). Arah arus ini tidak teratur, bisa dibayangkan seperti pergerakan udara/awan atau pergerakan dari air yang direbus. Terjadinya arus konveksi terutama disebabkan oleh aktivitas radioaktif yang menimbulkan panas.



Dalam kondisi tertentu dua arah arus yang saling bertemu bisa menghasilkan arus interferensi yang arahnya ke atas. Arus interferensi ini akan menembus kulit bumi yang berada di atasnya. Magma yang menembus ke atas karena adanya arus konveksi ini akan membentuk gugusan pegunungan yang sangat panjang dan bercabang-cabang di bawah permukaan laut yang dapat diikuti sepanjang samudera-samudera yang saling berhubungan di muka bumi. Lajur pegunungan yang berbentuk linear ini disebut dengan MOR (Mid Oceanic Ridge atau Pematang Tengah Samudera) dan merupakan tempat keluarnya material dari mantle ke dasar samudera . MOR mempunyai ketinggian melebihi 3000 m dari dasar laut dan lebarnya lebih dari 2000 km, atau melebihi ukuran Pegunungan Alpen dan Himalaya yang letaknya di daerah benua. MOR Atlantik (misalnya) membentang dengan arah utara-selatan dari lautan Arktik melalui poros tengah samudera Atlantik ke sebelah barat Benua Afrika dan melingkari benua itu di selatannya menerus ke arah timur ke Samudera Hindia lalu di selatan Benua Australia dan sampai di Samudera Pasifik. Jadi keberadaan MOR mengelilingi seluruh dunia.

Gambar 5.







Asal muasal dari Ocean ridges – penyebaran dasar laut berdasarkan pada hipotesis lempeng tektonik, ocean ridges mewakili satu dari tiga tipe batasan lempeng- tipe tersebut dibentuk pada kerak baru samudera.
Kerak (kulit) samudera yang baru, terbentuk di pematang-pematang ini karena aliran material dari mantle. Batuan dasar samudera yang baru terbentuk itu lalu menyebar ke arah kedua sisi dari MOR karena desakan dari magma mantle yang terus-menerus dan juga ‘hanyut’ oleh arus mantle. Lambat laun kerak samudera yang terbentuk di pematang itu akan bergerak terus menjauh dari daerah poros pematang dan ‘mengarungi’ samudera. Gejala ini disebut dengan Pemekaran Lantai Samudera (Sea Floor Spreading) .


2. Tipe Busur Vulkanik dan Tipe Busur Kepulauan
Tipe busur vulkanik adalah rangkaian gunung api yang terbentuk akibat tumbukan lempeng samudera dengan benua. Lempeng samudera menunjam ke bawah lempeng benua. Karena relatif tipis, lempeng samudera meleleh pada kedalaman dangkal. Magma yang dihasilkannya dengan begitu lebih mudah muncul ke permukaan. Contoh tipe ini adalah pegunungan di selatan Pulau Jawa.
Tipe busur kepulauan adalah deretan gunung api yang membentuk kepulauan. Contoh tipe ini adalah kepulauan di sebelah barat daya Pulau Sumatera. Pembentukan busur kepulauan mirip dengan tipe busur vulkanik. Bedanya, kedua lempeng yang bertumbukan pada tipe ini adalah lempeng samudera.

Gambar Pegunungan tipe busur vulkanik dan busur kepulauan
Berdasarkan uraian di atas, tampak bahwa gunung pada umumnya terbentuk dan berada di daerah batas antar lempeng yang terus bergerak, khususnya di batas interaksi konvergen. Pada batas interaksi konvergen (tipe himalaya, busur vulkanik dan busur kepulauan), gunung-gunung tersebut mampu meredam guncangan akibat tabrakan antar lempeng. Kemampuan ini muncul karena gunung memiliki massa dan ketebalan yang sangat besar. Kemampuan gunung tersebut lebih dibutuhkan lagi di daerah busur vulkanik dan kepulauan seperti Indonesia. Sebagaimana telah disinggung di atas, lempeng yang menunjam .
pada kedua tipe tersebut umumnya tipis. Karena tipis, selain lebih mudah meleleh, lempeng juga lebih mudah patah pada kedalaman dangkal. Akibatnya, Di daerah- daerah tersebut, pusat-pusat gempa umumnya dangkal (kedalaman <33 km) sehingga energi guncangannya relatif besar dan sangat membahayakan kehidupan manusia.
Oleh karena itu, daerah pegunungan (apalagi di daerah kepulauan seperti Indonesia) adalah daerah yang berbahaya untuk dijadikan permukiman. Tempat yang relatif aman adalah daerah di balik gunung, yang jauh dari zona interaksi antar lempeng. Meskipun terjadi guncangan, kekuatannya sudah jauh berkurang karena teredam oleh oleh gunung tersebut. Di luar batas lempeng konvergen, gunung api sebenarnya juga muncul di sejumlah lokasi lain. Lokasi-lokasi tersebut tidak terletak di batas lempeng manapun, malahan berada di tengah- tengah lempeng.
3. Tipe Kepulauan Hawai dan Gunung Laut
Apabila beberapa lempengan bumi saling merapat menjadi satu, maka akan terbentuk suatu kolom yang luas dan melingkar yang berisi material panas dan mampu mencapai kerak bumi. Kolom yang berisi material panas ini disebut Hotspots. Lebih specifik lagi kandungan material panas tersebut dinyatakan sebagai yang paling bervariasi di dunia. Temperatur kolom yang tinggi akan melelehkan kerak bumi dan seterusnya akan mebentuk saluran pembuangan magma dari perut bumi.
Meski lempengan bumi terkadang mengalami pergerakan karena suatu sebab, namun posisi kolom tersebut akan selalu tetap.. Sehingga hal ini akan mengakibatkan gunung berapi selalu dalam fase istirahat. Karena muntahan magma bersifat kontinyu maka di atas permukaan wilayah tersebut selalu terbentuk gunung berapi yang baru. Tempat di muka bumi ini yang kaya akan hotspot adalah Kepulauan Hawaii dan Yellowstone.

Asal tipe Kepulauan Hawai dari pergerakan lempeng di atas hotspot dalam mantel

perspektif 3-D Kepulauan Hawaii tenggara

Letusan dari hotspot Hawaii meninggalkan jejak pegunungan bawah laut di Pasifik selama jutaan tahun, yang disebut Kaisar Seamounts

C. Pegunungan Benua
Walaupun sebagian pegunungan benua adalah pegunungan vulkanik dan mirip seperti pegunungan samudra, namun pegunungan benua lebih banyak memiliki variasi. Tipe dari pegunungan benua biasanya terdiri dari berbagai jenis batu termasuk bebatuan vulkanik (Klastik), bahan-bahan kimia, dan batuan sedimen biogenic; bebatuan plutonik; bebatuan metamorphosis. Pegunungan benua sebagian besar tidak terdiri dari bebatuan vulkanik yang dikelompokkan berdasarkan sejarah pembentukannya: Pengunungan lipatan [Fold Mountains], Pegunungan patahan[fault-block mountain], dan erotional mountain.
1. Gunung Berapi
Gunung berapi atau gunung api secara umum merupakan istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus.

Gunung berapi Mahameru atau Semeru di belakang. Latar depan adalah kaldera Bromo, Jawa Timur, Indonesia.
Lebih lanjut, istilah gunung api ini juga dipakai untuk menamai fenomena pembentukan ice volcanoes atau gunung api es dan mud volcanoes atau gunung api lumpur. Gunung api es biasa terjadi di daerah yang mempunyai musim dingin bersalju, sedangkan gunug api lumpur dapat kita lihat di daerah Kuwu, Purwodadi, Jawa Tengah. Masyarakat sekitar menyebut fenomena di Kuwu tersebut dengan istilah Bledug Kuwu.
Gunung berapi terdapat di seluruh dunia, tetapi lokasi gunung berapi yang paling dikenali adalah gunung berapi yang berada di sepanjang busur Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Busur Cincin Api Pasifik merupakan garis bergeseknya antara dua lempengan tektonik.

Gunung berapi terdapat dalam beberapa bentuk sepanjang masa hidupnya. Gunung berapi yang aktif mungkin berubah menjadi separuh aktif, istirahat, sebelum akhirnya menjadi tidak aktif atau mati. Bagaimanapun gunung berapi mampu istirahat dalam waktu 610 tahun sebelum berubah menjadi aktif kembali. Oleh itu, sulit untuk menentukan keadaan sebenarnya daripada suatu gunung berapi itu, apakah gunung berapi itu berada dalam keadaan istirahat atau telah mati.
Apabila gunung berapi meletus, magma yang terkandung di dalam kamar magma di bawah gunung berapi meletus keluar sebagai lahar atau lava. Selain daripada aliran lava, kehancuran oleh gunung berapi disebabkan melalui berbagai cara seperti berikut:
• Aliran lava.
• Letusan gunung berapi.
• Aliran lumpur.
• Abu.
• Kebakaran hutan.
• Gas beracun.
• Gelombang tsunami.
• Gempa bumi.


Letusan gunung berapi dapat berakibat buruk terhadap margasatwa lokal, dan juga manusia.


Lahar Dingin Debu Vulkanik
Karena letusan gunung berapi dapat menimbulkan berbagai macam bencana alam, maka terdapat beberapa isyarat mengenai status gunung berapi yang ada di Indonesia.
















2. Pegunungan Lipat (Fold Mountains)
Pegunungan lipat merupakan gunung yang terbentuk oleh pengaruh lipatan pada lapisan dalam bagian atas pada kerak bumi. Gaya yang menyebabkan terjadinya pembentukan pegunungan lipat disebut pergerakan orogenic. Istilah orogenic berasal dari kata Yunani yang berarti bangunan gunung. Gaya ini bekerja pada daerah persinggungan permukaan bumi dan terutama pada lempeng tektonik.
Gunung Lipat umumnya terbentuk di daerah yang kurang terdeformasi yang berdekatan dengan daerah-daerah yang sangat dipengaruhi oleh dorongan gaya lempeng tektonik. Para peneliti lempeng tektonik percaya bahwa tekanan yang amat sangat kuat dibutuhkan untuk membentuk gunung lipat yang dapat muncul akibat tumbukan 2 lempeng litosfer. Kita dapat melihat tumbukan antara dua lempeng ocean menghasilkan sebuah gunung di sebuah pulau. Ketika dua kempeng continental bertumbukan, maka akan terbentuk sabuk pegunungan lipat ( Fold Mountains Belt). Pegunungan lipatan kebanyakan mungkin umurnya relatif muda dalam hal geologis karena mereka akan mulai segera terkikis setelah mereka terbentuk.











Contoh dari pegunungan lipatan adalah pegunungan Himalaya (Asia), Pegunungan Alpen (Eropa), Andes (Amerika), Ural (Rusia). Mereka terbentuk akibat tabrakan dua lempeng, yang menyebabkan kerak bumi terlipat. Lipatan yang turun di disebut anticline sedangkan, lipatan yang naik dari titik terendah yang umum (di kedua belah pihak) disebut syncline.
3. Pegunungan Patahan
Bentuk pegunungan patahan [Fault-blok] (gunung, bukit, pegunungan, dll) terbentuk ketika batuan dasar yang besar rusak, membuat terjadinya perpindahan kerak benua secara vertikal. Gerak vertikal blok yang dihasilkan, kadang-kadang disertai dengan pemiringan permukaan, kemudian dapat juga menyebabkan datarannya menjadi tinggi. Gunung-gunung ini terbentuk oleh kerak bumi yang meregang dan memanjang yang disebabkan oleh gaya tensional. Gunung blok Fault umumnya juga menghasilkan suatu celah, indikator lain dari adanya gaya tektonik tensional
.


Blok yang terangkat disebut gunung blok atau horsts. Proses perendahan blok ini disebut graben : daerah ini bisa jadi kecil atau dapat berbentuk celah dengan system lembah yang luas. Bentuk lanskap seperti ini dapat dilihat di Afrika Timur, Kisaran provinsi Barat Amerika Utara , di tengah-selatan New England , dan lembah Rhine. Daerah ini sering terjadi pada kondisi daerah ekstensional yang meregang dan pada daerah dengan kerak yang tipis.
Dua jenis gunung blok adalah yang terangkat dan dimiringkan. Gunung tipe blok miring memiliki satu sisi landai dan satu sisi curam dengan lereng curam terbuka, dan umum terdapat di wilayah barat Amerika Serikat . Gunung dengan tipe blok terangkat memiliki dua sisi yang curam.
4. Dome Mountains
Bagian dalam bumi yang berupa magma, cukup panas untuk dapat melelehkan bebatuan. Magma tersebut meleleh bersama bebatuan yang berada di sekitarnya sehingga menjadi kolam magma besar yang berada di bawah permukaan bumi. Jika batu di sekitarnya kurang padat, maka magma tersebut akan membuat jalan ke permukaan. Jika magma mencapai permukaan, anda akan menemukan gunung berapi dengan abu vulkanik, lava, dan ledakannya. Tetapi jika bebatuannya padat dan magma tidak cukup kuat untuk membuat jalan ke permukaan, maka akan terbentuk Gunung Kubah (Dome Mountain).
Gunung Kubah biasanya tidak setinggi Gunung Lipat (Fold Mountain), karena gaya magma di bawahnya tidak mendorong permukaan di atasnya dengan cukup keras. Selama periode yang panjang, maka magma yang berada di bawah permukaan tersebut akan mendingin menjadi bebatuan keras. Maka hasilnya adalah sebuah gunung berbentuk kubah.
Selama periode yang panjang pula, bagian luar gunung akan mengalami erosi, sehingga permukaan gunung terdiri dari bebatuan keras (bekuan magma yang tadinya membeku).

Contoh Dome mountain, Gunung Najavo
5. Pegunungan Dataran Tinggi (Plateau / Plato)

Plateau atau disebuut juga dataran tinggi. Dataran tinggi dapat terbentuk dari berbagai proses. Plateau tidak terbentuk oleh aktivitas internal. Sebaliknya, pegunungan ini terbentuk oleh erosi.
Dataran tinggi dapat dibentuk oleh sejumlah proses, termasuk, upwelling dari vulkanik magma , ekstrusi lava , dan erosi oleh air dan gletser. Magma naik dari mantel magma yang dapat menyebabkan tanah mengembang ke atas, dengan cara ini, wilayah datar batu terangkat. Dataran tinggi juga dapat dibangun oleh lava yang menyebar ke luar dari celah dan daerah lemah di dalam kerak bumi, sebuah contoh dari dataran tinggi adalah Dataran Tinggi Columbia di barat laut Amerika Serikat . Air juga dapat mengikis gunung-gunung dan bentuklahan lainnya menjadi suatu dataran tinggi. Berikut ini dataran tinggi diklasifikasikan menurut lingkungan sekitar mereka. Umumnya mereka dibagi menjadi 3, yaitu: intermontane, Piedmont ,dan dataran tinggi benua.
• Intermontane dataran tinggi adalah yang tertinggi di dunia, dataran tinggi ini dibatasi oleh pegunungan. Dataran tinggi Tibet adalah salah satu dataran tinggi tersebut.
• Piedmont dataran tinggi yang dibatasi pada satu sisi oleh pegunungan dan di sisi lain oleh polos atau laut.
• Dataran tinggi benua yang berbatasan di semua sisi oleh dataran atau laut, bentuknya jauh dari gunung.

0 komentar:

Poskan Komentar

KOMENTAR DISINI !!!

Iklan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting